B.
C.
D.
E.
F.
|
DASAR TEORI
Beberapa jenis
bakteri dan amoeba hijau-biru mengeluarkan bahan-bahan yang amat berlendir
dan lengket pada permukaan selnya, melengkungi dinding sel. bila
bahan berlendir tersebut kompak dan tampak sebagai suau bentuk yang pasti (bundar/lonjong)
maka disebut kapsul. kapsul dan lendir tidaklah esensial bagi kehidupan sel,
tetapi dapat berfungsi sebagai makanan cadangan, perlindungan terhadap
fagositosis (baik dalam tubuh inang maupun dialam bebas) atau perlindungan
terhadap dehidrasi. kemampuan menghasilkan kapsul merupakan sifat genetis,
tetapi produksinya sangat dipengaruhi oleh komposisi medium tempat
ditumbuhkannya sel-sel yang bersangkutan.
Antanypina.blogspot.com/2013/06/bakteriologi-pewarnaan-kapsul.html?m=1
|
|
PRINSIP
Kapsul pada
kuman tidak dapat mengikat zat warna, sehingga pada pemberian cat tinta cina
dan karbol fuchsin terlihat bulatan terang atau transparan dengan
latar belakang gelap dan badan kuman berwarna merah dari fuchsin.
|
|
ALAT
1. ose
2. slide
3. bunsen
4. mikroskop
|
BAHAN
1. sample
“salmonela”
2. karbol
fuchsin
3. tinta
cina
4. aquadest
|
|
Fungsi dari
tinta cina yang digunakan pad pewarnaa burry gins yaitu untuk memberi warna
latar belakang pada sediaan apabila dilihat pada mikroskop. sehingga
kapsul bateri yang transparan dapat terlihat. sedangkan fungsi karbol fuchsin
yaitu untuk memberi warna badan bakteri. sehingga dapat dibedakan antara
badan dan kapsul bakteri.
|
|
Berdasarkan praktikum, hasil yg didapat adl bakteri dg dinding transparan
dan badanberwarna merah dg latar hitam
|
|
DASAR TEORI
Bakteri tahan
asam adalah bkeri yang memperahankan zat warna karbol-fuchsin, meskipun
Dicuci dengan asam alkohol. mycrobakteria adalah bakteri tidak mudah
diwarnai bakteri ini tahan terhadap penghilangan warna (diklorisasi) oleh
asam atau alkohol dan karena itu dinamakan basil tahan asam. pada perbenihan
buatan terlihat bentuk cuccosdan filamen. mycrobakteria tidak dapat di
klasifikasikan sebagai gram positif atau gram negatif.
Sifat tahan asam ini bergantung pada integritas struktur selubung
berlilin.
Analisbantul.blospot.com/2012/09/pewarnaan-bta/bakteri-tahan-asam.html?m=1
|
|
PRINSIP
Dinding bakteri
yang tahan asam mempunyai lapisan lilin dan lemak yang sukar ditembus cat.
Oleh karena pengaruh fenol dan pemanasan maka lapisan lilin dan lemak
itu dapatditembus cat basic fuchsin. pada waktu pencucian, lapisan lilin dan
lemak yang terbuka akan merapat kembali. pada pencucian dengan asam alkohol
warna fuchsin tidak dilepas. sedangkan pada bakteri tidak tahan asam akan
luntur dan mengambil warna biru dari methylen blue.
|
|
ALAT
1. ose
2. slide
3. bunsen
4. mikroskop
|
BAHAN
1. sputum
“positif BTA”
2. karbol
fuchsin
3. asam
alkohol
4. methylen
blue
5. aquadest
6. oil
imersi
|
|
PEMBAHASAN
Menurut ziehl
neelsen mycrobakterium dan beberapa spesies nocardia pada dinding selnya
Mengandung banyak zat lipoid (lemak) sehingga bersifat permiabel dengan
pewarnaa biasa. bakteri tersebut tahan asam (+) terhadp pewarnaan tahan asam.
pewarnaan tahan asam dapat digunakan untuk membantu menegakkan diagnosa
tuberkulosis. pewarnaan tahan asam menggunakan larutan zeihl neelsen A (cat
karbol fuchsin), zeihl neelsen B (alkohol asam : HCl 3% dalam metanol 95%)
dan zeihl neelsen C (cat methylen blue). hasil pewarnaan maka bakteri tahan
asam akan bewarna merah dan bakteri tidk tahan asam akan berwarna biru.
Kelemahan dan kelebihan dari metode ziehl neelsen yakni : latar
belakang bewarna biru terang, basil merah jelas, reagen terjangkau dan mudah
didapat, fenol diecerkan 5% dan tidak dipanaskan karena pemanasan dilakukan
pada proses pewarnaan sedian zat warna utama maka dari itu agak lama waktu
yang dibutuhkan.
Dahak yang
diambil adalah dahak yang kental kunign kehijauan sebanyak 3-5 cc, dengan
waktu pengambilan sebagai berikut :
·
dahak sewaktu, penderita datang berobat dengan
keluhan apa saja kepoliklinik
·
dahak pagi, yang diambil besok paginya begitu
bangun tidur
·
dahak sewaktu, yang diambil sewaktu penderita
mengandar dahak pagi tersebut.
Ludah tidak dapat diperiksa karena ludah berasal dari kelenjar dala
rongga mulu. biasannya dalam ludah tidak terdapat kuman BTA.
|
|
KESIMPULAN
Karena sampel
yang diperiksa adalah positif Tb, maka hasil yang didapat adalah positif yang
ditandai dengan warna merah pada bakteri dengan latar berwarna biru
|
|
DASAR
TEORI
Albumin adalah
protein yang dapat larut dalam serum darah dan putih telur. Garam
Anorganik
Yang digunakan dalam percobaan ini adalah ammonium sulfat. Hal ini terjadi
karena ammonium sulfat memiliki tingkat lrutan yang lebih tinggi dai pada
protein sehingga pada saat penambahan ammonium sulfat, ammonium sulfat akan
melarut dalam air atau pelarutnya dan mendapatkan protein keluar, kembali
dalam bentuk solidnya, sehingga terbentuklah protein yang terendapkan.
http://eviaws.blogspot.com
/2011/03/pengendapan-protein-oleh-garam.html
|
|
ALAT
1.
Ball pipet
2.
Pipet ukur
3.
Tabung reaksi
4.
Pipet tetes
|
BAHAN
1.
Albumin
2.
Ammonium sulfat kristal
3.
Aquadest
4.
Larutan asam sulfat jenuh
|
|
CARA
KERJA
Ø
Masukan 1 ml larutan protein kedalam tabung reaksi
Ø
Tambahkan 2 ml ammonium sulfat jenuh (lihat
perubahan)
Ø
Tambahkan 1 ml aquadest (lihat hasilnya ada
endapan/tidak)
Ø
Tambahkan ammonium sulfat jenuh secukupnya (liht
perubahan)
|
|
No.
|
Asam
amino dan Reaksi
|
Hasil
Reaksi
|
|
1.
|
Reaksi
I : larutan protein + ammonium sufat jenuh
|
putih susu
|
|
2.
|
Reaksi
II : + Aquadest
|
berendapan
|
|
3.
|
Reaksi
III : + ammonium sulfat jenuh
|
putih keruh tidak berendapan
|
|
PEMBAHASAN
Larutan
protein yang digunakan dalam praktikum ini adalah larutan putih telur
(albumin)
Albumin adalah protein yang dapat larut dalam air serta dapat terkoagulasi
oleh panas. Garam anorganik yang digunkan dalam percobaan ini adalah ammonium
sulfat, hal ini terjadi karena ammonium sulfat memiliki tingkat kelarutan
yang lebih tinggi dari pada protein. Sehingga paa saat penambahan ammonium
sufat kan melarut dalam air atau pelarutnya dan mendesak protein keluar,
kembali dalam bentuk sendirinya, sehingga terbentuklah protein yang
terendapan.
|
|
KESIMPULAN
Pada uji
percobaan pengendapan dengan garam netral didapatkan :
ü
Pada reaksi I : putih susu
ü
Pada reaksi II : Berandapan
ü
Pada reaksi II : putih keruh tidak berendapan
|
|
DASAR
TEORI
Enzim
invertase pertama kali diisolasi dari ragi pada tahun 1960. Produksi
invertase
Secara
Komersial sedemikian jauh hanya berasal dari ragi saccharomyces gerrevise dan saccharmomyces
calbergensis. Invertase ada yang terletak diluar sel dan ada pula yang
terletak diluar sel dan masih terikat erat pada sel bersangkutan.
Enzim
invertase menghidrolisis substrat berupa sukrosa pada gula bukan pereduksi
produk hidrolisis berupa gula pereduksi yaitu glukosa dn fruktosa yang
rasanya lebih manis dari pada sukrosa
|
|
ALAT
1.
Tabung reaksi
2.
Ball pipet
3.
Pipet ukur
4.
Rak tabung
5.
Kaca arloji
6.
Gelas ukur
7.
Beaker glass
8.
Batang
pengaduk
9.
Water bath
|
BAHAN
1.
Ragi
2.
Sukrosa 1%
3.
Maltosa 1%
4.
Pereaksi
Bennedict
|
|
NO
|
REAKSI
|
PENGAMATAN
|
|
|
AWAL REAKSI
|
AKHIR REAKSI
|
||
|
1.
|
Lar.
sukrosa 1% + ragi, dipanaskan pada WB 40⁰C
|
Putih
bening
|
Putih
keruh dn terdapat endapan
|
|
2.
|
Lar.
maltosa 1% + ragi, dipanaskan pada WB 40⁰C
|
Putih
bening
|
Putih
keruh dan terdapat endapan
|
|
3.
|
Lar.
Bennedict + ragi, dipanaskan pada WB 40⁰C
|
Biru
|
Biru
keruh dan terdapat endapan
|
|
PEMBAHASAN
Enzim
invertase yang terdapat dalam ragi dapat menhidrolisis sukrosa menjadi
glukosa
Dan
Fruktosa. bila larutan ragi terlebih dahulu dipanaskan maka, enzim akan rusak
dan tidak dapat menhidrolisis sukrosa. untuk menunjukan bahwa hidrolisis
telah sempurna maka, terhadap hidrosilat dilakukan uji boffoed. apabila
positif ada endapan merah bata sedangkan negatif ada endapan tapi warna
tetap.
Pada
praktikum tidak terdapat pada hasilnya merah bata tapi, hanya terdapat
endapan dan warna hanya menjadi keruh. mungkin karena reagen yng sudah rusak
(kontaminasi) atau dari sampel yang kurang baik.
|
|
KESIMPULAN
Dari
hasil praktikum didapatkan
-
Tabung pertama
: sampel + lar. sukrosa, terjadi endapan dengan warna putih keruh di akhir
reaksi
-
Tabung kedua :
sampel + lar. maltosa, terjadi endapan dengan warna putih keruh di akhir
reaksi
-
Tabung ketiga,
sampel + bennedict, terhadi endapan dengan warna biru keruh di akhir reaksi
|